Rabu, 21 Maret 2012

Suatu Saat Ketika aku Mengingatmu

Cinta ini begitu menghanguskanku
Ku terbakar habis tak bersisa
Aku pasrah luluh lantak
dalam naungan kasih dan cinta yang ku rasakan

Ingin ku berikan hidupku
Ingin ku persembahkan hidupku
Ku percaya padanya
Ku percaya dia bisa membahagiakanku
Senyumnya adalah tawaku
Sedihnya adalah perihku
Tanpa bisa ku cegah
Ku sudah terikat padanya

Aku ingin selalu membahagiakannya
Dia begitu indah
Ciptaan Tuhan yang begitu mengagumkan....

........................................................................................................................................................
puisi ini mengalir begitu saja, saat aku sedang duduk di tempat kerja sambil menunggu customer yang akan service mesin cucinya...maklum dulu aku pernah bekerja sebagai admin service di Planet Electrindo yang sekarang kayaknya perusahaannya sudah tutup deh..

Perjalanan cintaku dengan seseorang yang beinisial JL (bukan Jorge Lorenzo lho...) memang bisa dibilang panjang, penuh liku-liku dan tidak mudah.... orang tua ku tidak pernah menyetujui hubunganku dengannya karena alasan perbedaan etnis dan latar belakang budaya...
dan aku tidak pernah menyesal pernah berjumpa, berkenalan, bersahabat pena, berpacaran, putus, menjadi musuh, berpacaran lagi, putus lagi,  menjadi adik kakak, lagi berpacaran lagi hingga akhirnya menikah, menjadi suami istri, dan melahirkan 2 orang anak buah cinta kami....

banyak air mata, pengharapan, putus asa, hilang harapan, pengorbanan, kepercayaan, kesetiaan, kecurigaan, pengertian, salah paham....hm....banyak deh...

boleh cerita sedikit tentang perjalan cintaku dengannya??

Aku berjumpa pertama kali dengannya ketika aku duduk di kelas 2 SMU waktu kami lagi menjalani proses karantina sebelum akhirnya boleh mengibarkan Sang Saka Merah Putih ..ya, kami bertemu  di Paskibraka tingkat provinsi...aku perwakilan  dari Samarinda dan dia dari Bulungan...tidak ada yang istimewa dari perjumpaan kami...aku tidak tertarik ketika pertama melihatnya..berbeda dengan teman-temanku yang lain yang begitu antusias ketika perwakilan dari daerahnya datang .."Woi..yang dari Bulungan dah datang, cowo sama cewe...."dan mareka langsung lari melihat, aku cuma senyum dan geleng-geleng kepala sambil menyusul teman-temanku itu...." siapa ya namanya?"..."ih..cakepnya...", "putih ya...?" dan komentar lain-lain
dan komentarku cuma satu......" ih..dayak.....sori bila terdengar terkesan sukuisme.tapi selama SD sampai SMU aku tidak pernah tertarik dengan cowo dayak, gak tau ya kenapa?, aku menyukai cowo yang cerdas, dan sori jarang aku melihat cowo cerdas dari suku itu (belum ketemu aja kali....) di mataku dulu..suku dayak identik dengan kekerasan, primitif...dikit-dikit bawa nama suku...kurang sportif aja....
Tapi aku tidak menyangka kalo dia sudah menyukaiku sejak dia mengetahui keberadaanku walaupun belum tau namaku....padahal apa kelebihanku dibanding teman-temanku yang lain, saat itu kulitku sangat hitam (efek dari latihan 3x sehari setiap hari di bawah sinar matahari), rambutku ngembang kaya rambut singa..dan aku tidak cantik...biasaaa aja, sama sekali tidak menarik (menurutku).. dan aku gak ngerti apa yang membuatnya menyukaiku......
Hari terakhir masa karantina, saat kami akhirnya kembali ke daerah kami masing-masing, dia menelponku dan mengungkapkan perasaannya padaku....dan aku menolaknya karena
1. aku tidak memiliki perasaan yang sama
2. dia tidak pernah menunjukan perasaannya padaku melalui sikapnya sehingga aku memang tidak pernah menyadari bahwa dia menyukaiku
3. mungkin saat itu aku menyukai oran lain (aku tidak ingat jelas)
Tetapi ada kesepakatan diantara kita untuk menjadi Sahabat Pena...karena jaman dulu seingatku belum ada HP deh kaya sekarang...jadi biar tetap bisa komunikasi dan berlanjut silahturahmi kami sepakat untuk saling mengirimkan surat.....

Surat-suratan kami terhenti saat dia kuliah di kotaku Samarinda...tapi walaupun begitu dia sama sekali tidak pernah berkunjung ke rumahku... yang ku ingat dia pernah ke rumahku setelah sebelumnya dia telpon untuk pinjam buku Fisikaku...ya kami terpaut 1 tahun jadi saat dia kuliah aku baru kelas 3 SMU. dan ke dua dia kerumahku untuk mengembalikan buku yang dia pinjam...ke 3 saat dia memberikanku hadiah 1 hari setelah  aku berulang tahun yang ke 17 ...yang jelas selama dia ke rumah dia tidak pernah masuk ke rumah, hanya di depan rumahku saja..aku gak tau kenapa???  selebihnya gak ada.... kau tau apa yang dia berikan ketika itu? sebuah kado yang dibungkus dengan kaertas kado berwarna biru mengkilat yang ada gambar hatinya plus wangi parfum yang seperti disemprot berulang-ulang karena sampai sekarang harumnya masih ada walaupun tidak seharum dulu...dia menghadiahkanku sebuah kaset, kaset stinky dengan single pertamanya "mungkinkah"  dan di dalam kaset itu ada surat lebih tepatnya sebuah puisi tentang kekagumannya padaku....hm....sayangnya saat itu aku sudah berpacaran dengan orang lain sehingga aku tidak terlalu memperdulikan puisinya itu..... dan 1 fakta lagi yang aku tau jauh sesudah itu...ternyata pada hari aku ulang tahunku dia datang ke rumah dengan membawa bunga mawar..tapi karna dia mendapati rumahku terkunci jadi ya..dia pulang lagi.

Komunikasi kami terputus saat aku akhirnya memutuskan untuk kuliah di Semarang...mungkin hampir1 tahun kami tidak berhubungan.... dan kita memang tidak pernah tahu ketika Tangan Tuhan ikut Campur di dalamnya...
Itu terjadi ketika untuk pertama kalinya aku pulang kampung saat libur semester....suatu hari aku menelponnya....tidak ada yang istimewa, dia sama sekali tidak terkejut ketika aku telpon...mungkin itulah salah satu kelebihannya...sangat mampu menyembunyikan perasaannya...dan hal itu justru membuatku penasaran.... 2 hari kemudian aku menelpon lagi...kemudian dia menelpon...kemudian aku ...dia...aku..dan dia lagi....3 hari sebelum aku kembali ke semarang, dia mengajakku ketemuan untuk menonton band di kampusnya...dan aku menyanggupinya.....hm....pikirku...dia sahabatku, apa salahnya bila kami bertemu...nanti juga aku minta ijin sama pacarku untuk ketemua ma sahabat lamaku itu...udah lamaa banget kita tidak bertemu....
dan saat itu terjadi, tgl 13 Februari 1999, pertama kali aku jalan ma dia setelah sebelumnya kita tidak pernah bertemu...dan anehnya aku agak gugup...hm...aneh!!!....habis menonton musik band di kampusnya kami minum teh dan lanjut ke kosnya untuk ngobrol di terasnya....dan disitu dia ungkapkan tentang perasaannya...aku kaget dan shock karena dia ternyata masih menyimpan perasaan yang sama terhadapku seperti 3 tahun sebelumnya...bagiku itu kejutan... dia juga memberiku hadian gambarku yang dia gambar sendiri...wow semakin surprised aku....hingga akhirnya kami sepakat untuk melanjutkan pertemuan kami sore harinya untuk ke gereja bersama (kebetulan saat itu hari sabtu). dan kita ke gerja bersama, berdoa bersama di depan goa Maria, lanjut ke makan bersama dan...ngobrol bersama...tanpa ku sadari perasaanku padanya sudah berubah...dan hari itu awal dari aku menyadari perasaanku....salahkah perasaanku ini disaat aku sudah mempunyai pacar??? hm...ruwet jadinya....

Di awal mungkin aku salah tapi aku ingin meluruskannya untuk menebusnya....singkat cerita aku putus dengan pacarku di tanggal 24 Februari 1999, dan aku jadian dengan dia tgl.18 Maret 1999...konsekuensi yang lumayan berat, mengingat hubungan ini seakan mustahil...meningat kami jarak jauh..dia di Samarinda sedangkan aku di Semarang...surat-suratnya yang datang 2 minggu sekali atau 3x sebulan merupakan vitamin untukku menjalani hari-hariku di Semarang...aku sering berimajinasi tentang dia, berkhayal seakan-akan dia di depanku dan kami bercakap-cakap, tertawa..hingga aku tertidur di pangkuan atau pelukannya...just in my imagin.... semua seakan sempurna hingga akhirnya badai itu datang juga....

Seseorang lain mencoba mencari celah di hatiku, dia mencari kelemahanku, mencari kelemahan hubungan ku dengan JL dan dia masuk di situ dan dia berhasil...aku mendua dan memutuskan JL....awal dari kesalahan yang ku buat.....aku putus nyambung hingga 2x...sampai akhirnya aku memutuskan untuk memantapkan hatiku dengan aku harus bertemu dan berbicara dengan JL sebelum aku melangkah untuk memeruskan hidupku untuk melanjutkan program profesiku...

Aku pulang kampung halaman dan berjumpa dengannya...dan ternyata rasa itu belum hilang...memang dia orangnya...cuma dia yang bisa membuatku seperti ini...tidak perduli permasalahan yang akan aku hadapi karena orang tuaku tidak menyetujui hubungan kami, tidak peduli dia berasal dari mana, tidak perduli bahwa orang ini juga sering membuat ku menangis karena sikap diamnya yang menguras seluruh pengertian dan pemahamanku terhadap keadaannya...tidak peduli sikap acuh dan keras hati dan kepalanya, tidak peduli keegoisannya.... Perasaan itu tetap sama....sama seperti saat menyadari bahwa hati ini sudah menjadi miliknya....akhirnya aku pasrah pada hatiku...biarkan dia yang membawaku... aku dan dia berbicara banyak dari hati ke hati di atas tempat duduk dari pohon di KRUS...dan rencana-rencana kita ke depannya.... dia masih mencintaiku walaupun aku pernah mengkhianatinya... semua kita mulai dari awal lagi...1 November 2003.....dan aku melepas cita-citaku (untuk sementara) sebagai seorang Psikolog...
Hidup itu pilihan khan??  Bukan kamu yang memilih aku tapi aku yang memilih kamu...hatiku memilih kamu....

Dan disinilah kita sekarang....2 September 2006 aku menjadi istrimu Jim...dan sekarang kita punya 2 anak cowo cewe yang lucu-lucu, cerdas dan sangat menakjubkan....
Dan aku tidak perna menyesal telah menjalani semua ini denganmu, hingga nanti...aku yakin hati ini tidak pernah salah.... love u always pa.....