Tidak semua niat baik diterima baik pula...
hm.....
Dalam hidup...tidak pernah sedikitpun aku punya niat untuk sengaja melakukan kesalahan, menyakiti hati orang, melupakan sesuatu... berbuat curang, kejam, jahat, sombong....apapun itu..
tapi kenapa sering sekali terjadi miskomunikasi yang melibatkan diriku... akunya yang terlalu blak-blakan kah? aku nya yg ngomong kadang gak merhatiin sekitar atau perasaan seseorang kah atau memang aku memang tidak mengerti tata krama, sopan santun, perasaan hati orang?
serasa aku selama ini hidup sendiri dalam duniaku. aku sebenarnya ingin keluar dari dunia ku, dari lingkaran ku, tapi baru sebentar aku merasa nyaman untuk keluar dari lingkaran ku ada saja kejadian atau peristiwa yang akhirnya membuat aku menarik diri lagi dan kembali ke dalam dunia ku.. ke dalam lingkaran ku.. ke dalam zona ku...
aku rindu.. bisa menemukan seseorang yang dimana bersamanya aku bisa tanpa ragu menampilkan diriku yang apa adanya....
disini..... sulit sekali buat aku untuk menemukannya. saat dekat dengan seseorang yang ku anggap bisa ku jadikan 'sahabat' ...pasti ada saja kejadian yang akhirnya menjadikan aku menutup rapat lagi hati ku untuk berbagi bersama... suka..duka...
Hidup terasa membosankan tanpa 'sesuatu' yang hilang itu
dan kenapa hanya di tempat ini aku merasakan seperti itu??
sebelum-belumnya aku tidak pernah merasa kesulitan untuk mendapatkan teman yang sejalan, seorang yang dimana bersamanya aku bisa menampilkan diriku apa adanya.... saat dimana aku tidak perlu berpikir dulu sebelum bertindak, sebelum melangkah, sebelum berbicara.....
tapi kenapa disini terasa berbeda ??
aku yang berubah ? atau memang lingkungan yang tidak cocok dengan aku....
Pengen bisa dengan bebas ekspresiin marahku, kesalku, senangku
tapi semua tertahan ketika...aku dihadapkan pada perasaan seseorang ...
Senin, 16 Desember 2013
Rabu, 09 Oktober 2013
KEPAHLAWANAN
Tema
bulletin edisi ke 2 ini memang terasa menggetarkan hati yaitu tentang
Kepahlawanan. Bukan pahlawan kesiangan atau sok jadi pahlawan tetapi pahlawan
yang walaupun tidak bertempur di medan peperangan tetapi memiliki keikhlasan
hati untuk menolong/membantu sesama dan lingkungan di sekitarnya tanpa pamrih. Bagaimana Kepahlawanan menurut anda? Dari
beberapa sumber yang saya peroleh ada beberapa definisi, ciri atau karakter
dari seorang pahlawan menurut beberapa ahli berikut ini :
Menurut
Project Imajinasi Heroic, sebuah organisasi non-profit yang bertujuan untuk
mengajar orang menjadi pahlawan. Kepahlawanan melibatkan perilaku untuk tujuan
moral, mereka mengidentifikasi empat elemen kunci kepahlawanan :
a.
Sukarela
b.
Dilakukan
dalam pelayanan untuk orang/masyarakat yang membutuhkan
c.
Melibatkan
beberapa jenis resiko, seperti : fisik, sosial, atau kualitas hidup
d.
Dilaksanakan
tanpa perlu imbalan
Menurut
Scott T.Allison & George R Goethals, 2011, seorang Pahlawan cenderung
memiliki 8 sifat/ciri yaitu Cerdas, Kuat, Ulet, Tanpa pamrih, Peduli,
Karismatik, Dapat diandalkan dan Inspiratif. Walaupun sulit bagi seorang
pahlawan untuk memiliki semua 8 sifat karakteristik ini tapi kebanyakan dari
sosok pahlawan memiliki mayoritas dari karakteristik tersebut. Lain lagi menurut
Selwyn W Becker & Alice H Eagly, 2004, menurutnya Kepahlawanan terdiri dari
tindakan yang dilakukan untuk membantu orang lain, meskipun kemungkinan
menyebabkan si penolong mati atau cedera. Psikolog Frank Farley bahkan membuat
perbedaan dengan the big H dan small h, “Big H Kepahlawanan” melibatkan resiko
yang signifikan yang dapat mencakup kematian, luka, penjara atau konsekuensi
serius/penting lainnya, sementara “small h kepahlawanan” adalah kepahlawanan
sehari-hari, membantu orang lain, melakukan perbuatan baik, menunjukkan
kebaikan, dll dimana tidak melibatkan konsekuensi besar. Secara keseluruhan
dapat disimpulkan bahwa Kepahlawanan melibatkan suatu perbuatan baik yang
dilakukan tanpa pamrih.
Berikutnya
ada pertanyaan mengenai sifat kepahlawanan ini, apakah sifat kepahlawanan itu
merupakan sifat dasar yang sudah ada sejak lahir ataukah sebuah sifat yang
dapat dipelajari? Beberapa orang ada yang berpendapat bahwa manusia itu sejak
lahir mempunyai bakat untuk menjadi baik (good person) atau menjadi buruk (bad
person). Tapi saya lebih berpendapat bahwa kita semua lahir dengan kemampuan luar
biasa untuk menjadi apapun. Walaupun berkembang dan dibentuk dalam keluarga
atau budaya bahkan peristiwa/keadaan tertentu yang kurang menguntungkan seperti
tumbuh dalam zona perang, kemiskinan atau cacat sejak lahir tapi semua orang
mempunyai hak yang sama untuk menjadi apa yang dia inginkan. Sebagai contoh
seorang motivator dunia Nick Vujicic yang lahir tanpa dua lengan dan dua kaki
karena penyakit Tetra-amelia yang sangat langka. Ia hanya mempunyai telapak
kaki kecil yang biasa disebut “my chicken drumstick” untuk membantunya
melakukan banyak hal dalam hidupnya. Perjuangannya dan kasih sayang dari orang
tua dan sahabatnya mampu membuatnya menjadi lebih bijaksana dan berani dalam
menjalani hidup Kini Nick Vujicic merupakan motivator internasional yang sudah
berkeliling ke lebih dari 24 negara dari empat benua (termasuk Indonesia) untuk
memotivasi lebih dari 2 juta orang khusunya kaum muda.
Sifat kepahlawanan
sebenarnya sudah ada dalam diri setiap manusia. Hanya ada yang peka merespon
dan ada yang mengabaikan “suara halus” (kepahlawanan) itu. Sifat ini akan
semakin tertanam kuat dalam diri seseorang bila sering diasah, dilakukan
berulang-ulang sehingga lama kelamaan menjadi habit/ kebiasaan orang tersebut. Beberapa
pemikiran orang awam pada awalnya menganggap sebelah mata dengan sifat luhur
ini yang sekarang semakin tenggelam dalam dunia materialistik “kok mau sih dia
melakukan hal tersebut? Padahal gak dibayar…padahal gak ada uangnya”…..
seolah-olah uang atau materi mampu membayar kepuasan dan kesenangan batin
seseorang saat melakukan kebaikan. Ada pula kisah-kisah yang terangkum dalam
buku “Indonesia Mengajar” , kisah nyata tentang para guru muda yang rela meninggalkan kenyamanan kota, jauh dari
keluarga dan memilih untuk mengajar di daerah terpencil / pedalaman. Mereka berusaha melunasi janji
kemerdekaan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Tak sekadar mengajar baca
tulis hitung, mereka juga mengajar banyak nilai-nilai kebaikan. Dalam hati seorang pahlawan semua hal yang dilakukan tidak
bisa terbayarkan secara material duniawi, ada hal lain yang menjadi tujuan
ia melakukan hal tersebut, sesuatu yang
dapat menimbulkan rasa puas, berarti untuk orang lain/sesamanya atau tujuan
yang lebih mulia yang bisa merubah hidup orang banyak. Walau seorang pahlawan
sebagai manusia biasa terkadang muncul rasa takut, dan merasa hilang harapan
saat kesulitan datang tetapi seorang pahlawan sejati tidak akan mudah menyerah,
selalu ada jalan untuk sebuah tujuan yang mulia. Seperti lagu yang didendangkan
oleh Mariah Carey yang berjudul “Hero” , bahwa setiap dari kita sebenarnya
mempunyai sisi kepahlawanan dalam jiwa kita, mungkin kita tidak menyadarinya
bahwa ketika kita mampu bangkit dari masalah untuk terus melanjutkan hidup dan
mengambil hikmah dari masalah dan kesulitan yang kita hadapi, paling tidak kita
telah menjadi pahlawan untuk diri kita sendiri…. So let be a Hero….
PSIKOMETRI
09-09-2013
Ketika duduk di
bangku kuliah terus terang saya kurang menyukai pelajaran Statistik atau mungkin
hal itu disebabkan karena saya sudah parno duluan bila berhadapan dengan
hitung-hitungan. Tetapi sekarang takdir justru membawa saya bekerja di BPS,
instansi yang mengkhususkan diri dalam pelayanan akan data. Saya mencoba mencari
hubungan antara statistik dan psikologi walaupun bila dilihat kedua ilmu
tersebut saling bersebrangan, yang satu ilmu pasti dan yang satu ilmu sosial,
dalam statistic 1+1=2, tapi dalam psikologi tidak begitu 1+1 bisa jadi 2 atau 3
atau 4, karena banyak hal yang mempengaruhi kebenaran sebuah jawaban, bisa dari
diri sendiri(internal), dari lingkungan (eksternal), pola asuh dan sebagainya. Akhirnya saya menemukan jawabannya, ketika
berbincang-bincang dengan salah satu pejabat di BPS. Pejabat tersebut
mengatakan bahwa statistik sebenarnya adalah tiang dari segala ilmu
pengetahuan, kerena semua ilmu pengetahuan pasti melalui tahap pengukuran,
pengumpulan data, pengujian secara empiris hingga terciptalah sebuah ilmu
pengetahuan, dalam psikologi ternyata statistik
juga memiliki peranan yang sangat penting dan perpaduan keduanya menjadi
sebuah ilmu yang dikenal dengan nama Psikometri.
Apa sih Psikometri
itu? Ada yang berpendapat bahwa psikometri adalah ilmu yang terdiri dari 3
cabang ilmu yaitu Psikologi, Matematika dan Statistika. Menurut Furr dalam
bukunya Psychometrics : psychometrics is the science concerned with
evaluating the attributes of psychological test. Artinya psikometri adalah
prosedur yang digunakan untuk menilai atribut – atribut sebuah tes psikologi. Psikometri
merupakan ilmu spesifik dalam psikologi yang mengkhususkan pada masalah
pengukuran aspek-aspek psikologis. Aspek psikologis manusia ini “diukur” dengan cara-cara yang obyektif
dan sistematis dengan menggunakan metode kuantitatif, bisa dikatakan dalam psikometri merupakan
penerapan metode statistika pada data tentang perilaku manusia.
Bagaimana psikis
seseorang bisa diukur? Psikometri memancing respon/jawaban seseorang melalui
stimulus-stimulus berupa pernyataan atau pertanyaan (item/soal) sehingga
respon/jawaban dari orang tersebut dikuantifikasi atau diberi skor/nilai.
Kemudian dari skor-skor yang diperoleh dilakukan analisis dengan teknik statistik/psikometrik
tertentu sehingga hasilnya adalah penyimpulan akan karakteristik psikis yang
sedang menjadi perhatian. Psikometri berupaya membuat
alat ukur yang bisa dipercaya berlandaskan prinsip-prinsip
psikometri itu sendiri yaitu validitas, reliabilitas, tidak bias, dan
standarisasi. Sebuah alat tes dalam psikologi atau kerap disebut
psikotes sebelum digunakan sudah pasti melalui melalui tahapan-tahapan seperti validitas
(mengukur apa yang diukur), Reliabilitas (konsistensi atau tidak berubah
walaupun di teskan dalam situasi yang berubah, Tidak bias (jauh dari prasangka;
obyektif) dan standarisasi (mempunyai standar-standar tertentu sesuai dengan
kualifikasinya). Berikut ini akan coba
dijelaskan tentang prinsip-prinsip psikometri tersebut, yang digunakan dalam
prinsip pembuatan alat tes :
1.
Validitas
Validitas
disini dimaksudkan sejauh mana skor yang dihasilkan oleh sebuah tes terbukti
mengukur apa yang ingin diukur.
Contoh : Untuk mengukur Intelegensi seseorang, maka sub-sub tes
yang digunakan harus berkorelasi yang tinggi antara satu dengan yang lain agar
hasil tes benar-benar menunjukkan intelegensi seseorang tersebut.
2.
Reliabilitas
Reliabilitas adalah ketepatan/kehandalan dan kestabilan/keajegan dari hasil pengukuran
tersebut. Ketepatan hasil pengukuran ditentukan oleh banyaknya informasi yang
dihasilkan dan amat berkaitan dengan satuan ukuran dan jarak rentang (range)
dari skala yang digunakan.
Syarat dari Keajegan itu sendiri dapat dibedakan menjadi
2 yaitu secara internal dan Eksternal. Secara internal yaitu tingkatan
sejauhmana butir-butir soal sebuah tes itu homogen/sama, baik dari segi
kesukaran maupun dalam bentuk soal/prosedur menjawab. Sedangkan eksternal
adalah sejauhmana skor yang dihasilkan dari penyajian sebuah tes kepada
sekelompok orang akan tetap sama sepanjang kemampuan orang-orang tersebut belum
berubah. Ada 2 pendekatan dalam mengukur keajegan secara eksternal yaitu :
Pertama dengan
melakukan tes berulang-ulang pada sekelompok orang dengan asumsi bahwa orang
tersebut tidak berubah kemampuannya dan orang tersebut tidak akan mempelajari
isi tes. Kedua sekelompok orang
melakukan perangkat-perangkat tes yang banyak untuk menghindari bahwa orang
tersebut sempat mempelajarinya.
Jika kedua pendekatan ini dilakukan dan hasilnya tetap
sama maka alat tes tersebut memenuhi syarat keajegan secara ekternal.
3.
Tidak bias
Tidak ambigu, item nya tidak bermakna ganda, jadi
kata-kata digunakan dalam item adalah tidak bermakna ganda/ambigu untuk
menghindari Interpretasi yang bermacam-macam dari orang yang melakukan tes. Item
bias adalah item-item yang berpotensi menimbulkan salah pengertian bagi si
peserta tes. Misalnya pada tes kepribadian dengan soal-soal obyektif pernyataan
langsung. Peserta diarahkan untuk memilih salah satu diantara 2 jawaban yang
bisa jadi bukan merupakan pilihan mereka, contoh soal: pilih salah satu jawaban,
saya bukan seorang pemurung atau saya seorang pekerja keras. Belum tentu orang
yang memilih pilihan 2 benar-benar pekerja keras, bisa jadi karena ia kurang
mendekati dengan pernyataan no.1
4.
Standarisasi
Sebuah alat tes harus memiliki standarisasi. Skor
berdasarkan norma (kelompok) / standar alat tes adalah norma alat tes yang
dibuat dengan membandingkan scoring hasil tes dengan skor standar kelompok yang
dijadikan acuan. Jadi terlebih dahulu dilakukan tes pada sekelompok grup
referensi dengan karakteristik tertentu. Kemudian hasil dari grup ini digunakan
untuk mengembangkan sebuah sistem translasi raw score ke standard score.
Setelah sistem ini terbangun, sistem scoring digunakan untuk membandingkan
tampilan hasil skor peserta tes yang baru dengan grup referensi tersebut
(referensi:friedenberg,Lisa.1995. Psychological Testing, design,analysis and
use.USA:Allyn & Bacon)
Dari paparan di
atas masih bisa dimungkinkan terjadi kelemahan di salah satu alat tes yang
digunakan. Untuk itu biasanya para psikolog menggunakan beberapa alat tes untuk
meminimalisir kesalahan tersebut agar hasil yang diperoleh dapat dipertanggung
jawabkan. Walau bebrapa kalangan kadang masih ada yang mencibir tentang sebuah
alat tes tapi dalam realitanya penggunaan psikotes dalam perekrutan calon
karyawan dan promosi masih merupakan alat yang diperhitungkan dari berbagai
kalangan. Semoga dengan artikel ini mampu memberikan pengetahuan dan ilmu baru
bagi yang membacanya. Hm..ternyata menarik juga juga ya pembahasan tentang
psikometri ini, betapa ternyata ilmu yang saling berseberangan itu bisa “kawin”
dan akhirnya menjadi ilmu baru yang bisa diterapkan.
Senin, 27 Mei 2013
Curhatku
28 Mei 2013
Berat banget rasanya kerja di sini Tuhan. Perasaan itu datang dan pergi apakah wajar perasaan seperti ini?
2 tahun sebenarnya bukan waktu yang singkat dalam proses perjalanan karir pekerjaan seseorang, tapi kenapa aku masih merasa tempatku bukan disini.
Aku merasa bahwa aku bisa melakukan lebih dari apa yang aku lakukan saat ini disini.
Aku merasa aku bisa lebih berdayaguna untuk lebih banyak orang. atau ini hanya perasaanku saja Tuhan? Disini hatiku benar-benar diuji. Bukan diuji berdasarkan bobot dan kualitas pekerjaan, tapi hatiku benar-benar diuji untuk menerima semua yang kualami setiap harinya sebagai proses darimu Tuhan. Sabar menghadapi segala sesuatu, tantangan terbesar adalah sabar dengan diriku sendiri. Hatiku sering sekali merasa tidak sabar dengan proses ini Tuhan, sampai dimana? sampai kapan?
Setiap saat aku meyakini..bahwa yang aku alami saat ini merupakan bagian dari rencanaMu untuk membuatku menjadi pribadi yang lebih baik, bagian dari rencanaMu untuk memberikan yang terbaik bagiku di MataMu.
Stay With Me God
Buat aku sabar dalam proses ini
I still and always belivein You
You're the One could understand me more than anything, everything
You know what the best for me
and I know You always around me
Berat banget rasanya kerja di sini Tuhan. Perasaan itu datang dan pergi apakah wajar perasaan seperti ini?
2 tahun sebenarnya bukan waktu yang singkat dalam proses perjalanan karir pekerjaan seseorang, tapi kenapa aku masih merasa tempatku bukan disini.
Aku merasa bahwa aku bisa melakukan lebih dari apa yang aku lakukan saat ini disini.
Aku merasa aku bisa lebih berdayaguna untuk lebih banyak orang. atau ini hanya perasaanku saja Tuhan? Disini hatiku benar-benar diuji. Bukan diuji berdasarkan bobot dan kualitas pekerjaan, tapi hatiku benar-benar diuji untuk menerima semua yang kualami setiap harinya sebagai proses darimu Tuhan. Sabar menghadapi segala sesuatu, tantangan terbesar adalah sabar dengan diriku sendiri. Hatiku sering sekali merasa tidak sabar dengan proses ini Tuhan, sampai dimana? sampai kapan?
Setiap saat aku meyakini..bahwa yang aku alami saat ini merupakan bagian dari rencanaMu untuk membuatku menjadi pribadi yang lebih baik, bagian dari rencanaMu untuk memberikan yang terbaik bagiku di MataMu.
Stay With Me God
Buat aku sabar dalam proses ini
I still and always belivein You
You're the One could understand me more than anything, everything
You know what the best for me
and I know You always around me
Minggu, 19 Mei 2013
Memory.....
8 Jan 2013
Ini yang aku alami beberapa bulan terakhir....
dan seperti kebiasaanku, aku selalu mencoba mengambil hal yang positif dari semua hal yang aku alami... apapun itu.
Bulan Nopember kemaren, rumahku kemalingan... aku kehilangan laptop ku, suamiku kehilangan camera digitalnya, dll. Laptop pertamaku yang ku beli dengan mencicil ke Bapakku.. aku ingat aku pinjam 5 juta, dan tiap bulannya aku angsur 500.000 kalo gak salah. dan setelah cicilan sudah lunas...laptop itu justru hilang diambil orang....hm...sedih juga, bukan sekedar laptopnya tapi lebih karena isi dan memori yang aku simpan di dalam laptop itu seperti foto,video..dan semua itu tidak tergantikan oleh uang khan?
Anggaplah ini adalah teguran dari Tuhan, bahwa jangan kita terlalu melekatkan diri pada hal-hal duniawai, yang ternyata bukan segala-galanya.
Pernah juga aku membenarkan sifat 'ego' ku dengan berkata "Tuhan...aku tidak pernah melihat sesuatu dari uang.. aku tidak pernah meminta yang terlalu muluk-muluk... bagiku memory adalah harta yang tidak bisa kita bayar...karna berapapun uang yang diberi tidak akan mampu membeli memory hidup kita, kita tidak mungkin bisa mengulang hal-hal di waktu sebelumnya... kita bukan nobita yang mempunyai robot canggih seperti doraemon yang punya pintu ajaib yang bisa membawa kita ke waktu sebelumnya.
Mungkin aku terlalu bangga pada diri ini...bangga pada apa yang ku pikir adalah milikku... barang-barang, anak-anak, semua yang ada padaku..... Bukankah itu semua sebenarnya adalah bukan milikku
Jadi karena Tuhan begitu sayang padaku, Ia ingin mengingatkan ku bahwa tidak baik bila kita terlalu merasa 'semua' barang yang kita beli, anak-anak yang kita lahirkan... adalah milik kita.....
Sebenarnya kita tidak punya apa-apa.. Segala yang kita punya sebenarnya bukan punya kita. Semua milik Tuhan... Sang Pencipta
Andai manusia bisa memahami hal-hal seperti ini... rasa iri, korupsi, dan hal-hal negatif lain yang merugikan orang lain tidak akan terjadi....
Andai manusia bisa memahaminya.....
Ini yang aku alami beberapa bulan terakhir....
dan seperti kebiasaanku, aku selalu mencoba mengambil hal yang positif dari semua hal yang aku alami... apapun itu.
Bulan Nopember kemaren, rumahku kemalingan... aku kehilangan laptop ku, suamiku kehilangan camera digitalnya, dll. Laptop pertamaku yang ku beli dengan mencicil ke Bapakku.. aku ingat aku pinjam 5 juta, dan tiap bulannya aku angsur 500.000 kalo gak salah. dan setelah cicilan sudah lunas...laptop itu justru hilang diambil orang....hm...sedih juga, bukan sekedar laptopnya tapi lebih karena isi dan memori yang aku simpan di dalam laptop itu seperti foto,video..dan semua itu tidak tergantikan oleh uang khan?
Anggaplah ini adalah teguran dari Tuhan, bahwa jangan kita terlalu melekatkan diri pada hal-hal duniawai, yang ternyata bukan segala-galanya.
Pernah juga aku membenarkan sifat 'ego' ku dengan berkata "Tuhan...aku tidak pernah melihat sesuatu dari uang.. aku tidak pernah meminta yang terlalu muluk-muluk... bagiku memory adalah harta yang tidak bisa kita bayar...karna berapapun uang yang diberi tidak akan mampu membeli memory hidup kita, kita tidak mungkin bisa mengulang hal-hal di waktu sebelumnya... kita bukan nobita yang mempunyai robot canggih seperti doraemon yang punya pintu ajaib yang bisa membawa kita ke waktu sebelumnya.
Mungkin aku terlalu bangga pada diri ini...bangga pada apa yang ku pikir adalah milikku... barang-barang, anak-anak, semua yang ada padaku..... Bukankah itu semua sebenarnya adalah bukan milikku
Jadi karena Tuhan begitu sayang padaku, Ia ingin mengingatkan ku bahwa tidak baik bila kita terlalu merasa 'semua' barang yang kita beli, anak-anak yang kita lahirkan... adalah milik kita.....
Sebenarnya kita tidak punya apa-apa.. Segala yang kita punya sebenarnya bukan punya kita. Semua milik Tuhan... Sang Pencipta
Andai manusia bisa memahami hal-hal seperti ini... rasa iri, korupsi, dan hal-hal negatif lain yang merugikan orang lain tidak akan terjadi....
Andai manusia bisa memahaminya.....
Que Sera,Sera
11 Mei 2013
Que
Sera Sera (Whatever will be will be…Apapun yang akan terjadi..maka
terjadilah..)
Pertama kali saya
mendengar lagu ini pada sebuah iklan product semen di TV, awalnya saya gak
terlalu ‘ngeh’ dan mencoba mengaitkan antara arti lagu dengan maksud ‘si
penjual’ di iklan tersebut..ada hubungannya gak sih??.. Baru-baru ini saya
mendengar kembali lagu ini di sebuah stasiun tv swasta dimana yang
menyanyikannya adalah anak-anak cacat dari berbagai bangsa di sebuah pagelaran
sekolah yang ditonton oleh orang tua masing-masing. Saya terdiam menyimak lirik
demi lirik (yang kebetulan tertulis di bagian footernya) ……
When I was just a little
girl
I asked my mother what
will I be
Will I be pretty, will I
be rich
Here’s what she said to
me
Que sera, sera
Whatever will be, will
be
The future’s not ours to
see
Que sera, sera
Whatever will be, will
be
Wow…maknanya dalem
banget!! Karena tertarik saya coba
searching di ‘mbah google’….que sera sera… ada yang mengatakan ini adalah
translate dari bahasa perancis dan ada pula yang mengatakan dari bahasa
spanyol..apapun itu makna ketika di translate ke bahasa inggris artinya adalah..
Whatever will be will be.. bila diterjemahkan adalah apapun yang akan terjadi,
terjadilah. Mungkin sebagian dari kita ketika masih anak-anak dan remaja pernah
terlintas dalam pikiran kita “akan jadi apa saya nanti?” , “apa cita-cita saya
akan tercapai?” , “apa nanti saya akan sukses dan kaya?” , “apa mimpi saya akan
jadi kenyataan?”… sebenarnya impian tidak hanya untuk anak-anak atau remaja.
Kita semua boleh punya mimpi, impian. Beberapa dari kita mungkin juga
pesimis…” untuk apa bermimpi terlalu tinggi? Jalani saja yang ada karena semua
sudah diatur” , atau “saya takut bermimpi karena takut kecewa”. Tidak ada yang
salah dengan anggapan-anggapan tersebut. Semua orang punya pengalaman hidup
masing-masing yang membuatnya memaknai hidup yang dijalaninya.
Namun sebenarnya
hidup yang kita jalani harus mempunyai tujuan. Tujuan tersebut akan membuat
kita semangat menjalaninya. Mimpi sebenarnya adalah passion, baterai ketika semangat sudah mulai low, bukan sekedar impian kosong. Bangun mimpi yang baik dan
memiliki manfaat, bila perlu manfaatnya bisa dirasakan juga oleh orang yang
kita sayang, oleh orang lain yang membutuhkan. Mimpi yang jelas, bisa dilihat,
bisa dirasakan, lalu buat perencanaan, step
by step, tahap demi tahap bila perlu tentukan waktunya kapan mimpi tersebut
bisa diraih, lalu ajak orang terdekat (seperti pasangan hidup, anak, orang tua,
sahabat, dll) untuk mendukung kita dalam meraih mimpi tersebut, kemudian yakini
dan ‘amini’ dengan do’a bahwa mimpi itu bisa diraih. Terus bekerja, berusaha
dan berdoa.
Bila ditengah jalan mimpi itu terasa semakin jauh dan sulit diraih,
atau malah berbelok ke arah lain, jangan buru-buru menyerah. Pasti ada alasan
kenapa kita diberi kesempatan oleh Tuhan untuk merasakan hal tersebut. Tuhan
Maha Tahu yang tepat dan terbaik untuk kita sahabatNYa.
Hidup adalah
hidup yang harus tetap dijalani, tetaplah punya mimpi dan tujuan. Bila jatuh
jangan biarkan sampai terjerembab, topang dengan mimpi dan tujuan yang ingin
kita raih.
Jadi walaupun kita tahu
bahwa masa depan adalah misteri yang tidak kita tahu sebelum menjalaninya tetapi
masa depan bukan untuk dikhawatirkan dan ditakuti. Tetap optimis, berpikir
positif dan focus dengan apa yang
sedang kita jalani saat ini. Bila tujuan kita jelas dan tujuan kita tersebut
sudah diyakini dan dipasrahkan kepada Si Pemberi Hidup, maka Dia, diri kita dan
alam semesta juga akan membantu.
“ The past is history,
the future is a mystery, but today is a gift – that’s why they call it ‘the
present”
Langganan:
Postingan (Atom)