Rabu, 09 Oktober 2013

KEPAHLAWANAN



Tema bulletin edisi ke 2 ini memang terasa menggetarkan hati yaitu tentang Kepahlawanan. Bukan pahlawan kesiangan atau sok jadi pahlawan tetapi pahlawan yang walaupun tidak bertempur di medan peperangan tetapi memiliki keikhlasan hati untuk menolong/membantu sesama dan lingkungan di sekitarnya tanpa pamrih.  Bagaimana Kepahlawanan menurut anda? Dari beberapa sumber yang saya peroleh ada beberapa definisi, ciri atau karakter dari seorang pahlawan menurut beberapa ahli berikut ini :
Menurut Project Imajinasi Heroic, sebuah organisasi non-profit yang bertujuan untuk mengajar orang menjadi pahlawan. Kepahlawanan melibatkan perilaku untuk tujuan moral, mereka mengidentifikasi empat elemen kunci kepahlawanan :
a.       Sukarela
b.       Dilakukan dalam pelayanan untuk orang/masyarakat yang membutuhkan
c.       Melibatkan beberapa jenis resiko, seperti : fisik, sosial, atau kualitas hidup
d.       Dilaksanakan tanpa perlu imbalan
Menurut Scott T.Allison & George R Goethals, 2011, seorang Pahlawan cenderung memiliki 8 sifat/ciri yaitu Cerdas, Kuat, Ulet, Tanpa pamrih, Peduli, Karismatik, Dapat diandalkan dan Inspiratif. Walaupun sulit bagi seorang pahlawan untuk memiliki semua 8 sifat karakteristik ini tapi kebanyakan dari sosok pahlawan memiliki mayoritas dari karakteristik tersebut. Lain lagi menurut Selwyn W Becker & Alice H Eagly, 2004, menurutnya Kepahlawanan terdiri dari tindakan yang dilakukan untuk membantu orang lain, meskipun kemungkinan menyebabkan si penolong mati atau cedera. Psikolog Frank Farley bahkan membuat perbedaan dengan the big H dan small h, “Big H Kepahlawanan” melibatkan resiko yang signifikan yang dapat mencakup kematian, luka, penjara atau konsekuensi serius/penting lainnya, sementara “small h kepahlawanan” adalah kepahlawanan sehari-hari, membantu orang lain, melakukan perbuatan baik, menunjukkan kebaikan, dll dimana tidak melibatkan konsekuensi besar. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa Kepahlawanan melibatkan suatu perbuatan baik yang dilakukan tanpa pamrih.

Berikutnya ada pertanyaan mengenai sifat kepahlawanan ini, apakah sifat kepahlawanan itu merupakan sifat dasar yang sudah ada sejak lahir ataukah sebuah sifat yang dapat dipelajari? Beberapa orang ada yang berpendapat bahwa manusia itu sejak lahir mempunyai bakat untuk menjadi baik (good person) atau menjadi buruk (bad person). Tapi saya lebih berpendapat bahwa kita semua lahir dengan kemampuan luar biasa untuk menjadi apapun. Walaupun berkembang dan dibentuk dalam keluarga atau budaya bahkan peristiwa/keadaan tertentu yang kurang menguntungkan seperti tumbuh dalam zona perang, kemiskinan atau cacat sejak lahir tapi semua orang mempunyai hak yang sama untuk menjadi apa yang dia inginkan. Sebagai contoh seorang motivator dunia Nick Vujicic yang lahir tanpa dua lengan dan dua kaki karena penyakit Tetra-amelia yang sangat langka. Ia hanya mempunyai telapak kaki kecil yang biasa disebut “my chicken drumstick” untuk membantunya melakukan banyak hal dalam hidupnya. Perjuangannya dan kasih sayang dari orang tua dan sahabatnya mampu membuatnya menjadi lebih bijaksana dan berani dalam menjalani hidup Kini Nick Vujicic merupakan motivator internasional yang sudah berkeliling ke lebih dari 24 negara dari empat benua (termasuk Indonesia) untuk memotivasi lebih dari 2 juta orang khusunya kaum muda.
Sifat kepahlawanan sebenarnya sudah ada dalam diri setiap manusia. Hanya ada yang peka merespon dan ada yang mengabaikan “suara halus” (kepahlawanan) itu. Sifat ini akan semakin tertanam kuat dalam diri seseorang bila sering diasah, dilakukan berulang-ulang sehingga lama kelamaan menjadi habit/ kebiasaan orang tersebut. Beberapa pemikiran orang awam pada awalnya menganggap sebelah mata dengan sifat luhur ini yang sekarang semakin tenggelam dalam dunia materialistik “kok mau sih dia melakukan hal tersebut? Padahal gak dibayar…padahal gak ada uangnya”….. seolah-olah uang atau materi mampu membayar kepuasan dan kesenangan batin seseorang saat melakukan kebaikan. Ada pula kisah-kisah yang terangkum dalam buku “Indonesia Mengajar” , kisah nyata tentang para guru muda yang rela meninggalkan kenyamanan kota, jauh dari keluarga dan memilih untuk mengajar di daerah terpencil / pedalaman. Mereka berusaha melunasi janji kemerdekaan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Tak sekadar mengajar baca tulis hitung, mereka juga mengajar banyak nilai-nilai kebaikan. Dalam hati seorang pahlawan semua hal yang dilakukan tidak bisa terbayarkan secara material duniawi, ada hal lain yang menjadi tujuan ia  melakukan hal tersebut, sesuatu yang dapat menimbulkan rasa puas, berarti untuk orang lain/sesamanya atau tujuan yang lebih mulia yang bisa merubah hidup orang banyak. Walau seorang pahlawan sebagai manusia biasa terkadang muncul rasa takut, dan merasa hilang harapan saat kesulitan datang tetapi seorang pahlawan sejati tidak akan mudah menyerah, selalu ada jalan untuk sebuah tujuan yang mulia. Seperti lagu yang didendangkan oleh Mariah Carey yang berjudul “Hero” , bahwa setiap dari kita sebenarnya mempunyai sisi kepahlawanan dalam jiwa kita, mungkin kita tidak menyadarinya bahwa ketika kita mampu bangkit dari masalah untuk terus melanjutkan hidup dan mengambil hikmah dari masalah dan kesulitan yang kita hadapi, paling tidak kita telah menjadi pahlawan untuk diri kita sendiri…. So let be a Hero….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar