Selasa, 23 September 2014

Memahami Area Diri



 15 Jan 2014 (artikel untik Butik edisi ke 3)

Seorang Bapak tiba-tiba masuk ke ruangan dengan setengah berteriak “Apa dia itu tidak pernah berkaca  dengan dirinya sendiri? Bisanya kritik, sukanya mencela, tapi dia sendiri juga suka melakukan hal yang sama!, saya tidak habis pikir!!”…. Pemandangan seperti ini mungkin juga pernah kita jumpai di sekitar kita, di dalam keluarga, lingkungan kerja atau saat kita hidup bertetangga.  Mungkin kita menjumpai ada orang dengan tipe tertentu yang acap kali suka melakukan kritik-kritik tertentu yang parahnya dia sendiri juga sering melakukan hal yang dikritik tersebut, atau jangan-jangan kita sendiri pernah melakukan hal seperti itu? , mengapa hal tersebut bisa terjadi? Saya ingat ada sebuah teori yang mungkin membantu memahami hal tersebut dan bisa juga membuat kita lebih memahami diri sendiri dan meningkatkan kepedulian kita terhadap sesama dan lingkungan.
Teori itu terkenal dengan nama Johari Window atau Jendela Johari, mungkin beberapa rekan sudah ada yang pernah mendengar dan mendapatkan teori ini. Teknik ini dikembangkan oleh 2 ahli Psikologi yaitu Joseph Luft dan Harry Ingham di tahun 1955 untuk membantu memahami bagaimana hubungan diri dan lingkungannya.  Tujuan dari Jendela Jauhari ini  adalah untuk memperbaiki interaksi antar manusia agar dapat saling mengenal, mengetahui dan memperkecil kemungkinan konflik, dan teknik ini terkadang juga disinggung dalam ilmu komunikasi. Secara sederhana teknik ini dapat digambarkan sebagai berikut :







Known to self
 

Unknown to self
 
 

Known to other
 
KUADRAN  I
OPEN
KUADRAN II
BLIND
Unknown to other
 
KUADRAN III
HIDDEN
KUADRAN IV
UNKNOWN


1.       Kuadran I adalah area terbuka / Diri Terbuka (kita tahu, orang lain tahu)
Area ini adalah area bebas, pikiran ,perasaan, motivasi  diri kita juga diketahui oleh orang lain.

2.       Kuadaran II adalah Diri Buta (kita tidak tahu, orang lain tahu)
Seluruh hal mengenai diri kita yang orang lain tahu tapi kita tidak tahu karena cenderung kita abaikan, contohnya bila kita tanpa sadar mempunyai kebiasaan  menggigit kuku bila kita cemas.

3.       Kuadran III / Diri tersembunyi (Kita Tahu, orang lain tidak tahu)
Perilaku atau perasaan yang diketahui oleh diri sendiri tapi tidak diketahui oleh orang lain. merupakan segala sesuatu yang kita ketahui tentang diri kita tetapi rahasia bagi orang lain, termasuk segala hal yang tidak ingin kita tunjukan.

4.       Kuadran IV / Diri tak dikenali (Kita dan orang lain tidak tahu)
Dirinya maupun orang lain tidak mengetahui tentang kebenaran yang ada. Bisa jadi hal ini merupakan sesuatu hal yang ditekan ke alam bawah sadar kita. Hal ini mungkin bisa diketahui dari berbagi sumber seperti hypnosis atau mimpi.

Teori ini bisa dipakai dalam pergaulan kita sehari-hari atau saat kita menilai orang lain. Jendela Johari tiap orang akan berbeda-beda. Misalnya orang dengan kepribadian yang terbuka maka Jendela Joharinya akan tampak seperti ini :
I


II
III
IV

Orang seperti ini akan bersikap terbuka terhadap lingkungan di sekitarnya. Dia akan mudah untuk menerima diri sendiri ataupun masukan dari lingkungannya. Responnya tulus dan apa adanya terhadap orang lain.

Atau bisa juga jendela johari seseorang seperti ini:
I
II
 III
IV
Orang seperti ini cukup terbuka terhadap orang lain, orang lain juga cukup mengenalnya tetapi sebenarnya banyak hal dalam dirinya yang dia rahasiakan ke orang lain. Orang lain sebenarnya belum betul-betul mengenal dirinya. Sehingga bisa saja terjadi salah persepsi dari orang lain terhadap dirinya.  Dan masih banyak lagi contoh model yang lainnya.
Saat kita berusaha memahami jendela seseorang, jendela kita akan bergerak ke bawah atau ke kanan untuk menempatkan info ke dalam jendela kita yang terbuka (kuadran I). Dengan menggunakan teknik ini diharapkan kita dapat mengurangi area di kuadran 2 (yang berisi orang lain tahu tapi kita tidak tahu karena sesuatu itu kita anggap tidak ada atau tidak kita perdulikan) karena dengan mengurangi area blind kita diharap  mampu memperbesar kuadran 1, meningkatkan awareness (sadar diri/kepedulian) dan hubungan interpersonal. Namun ada beberapa faktor yang menghambat seseorang dalam memperbaiki jendela dirinya yaitu faktor eksternal seperti faktor lingkungan dan faktor internal atau faktor dalam diri orang tersebut seperti keengganan untuk berubah dan faktor usia.

Setelah memahami teknik di atas kita diharapkan lebih mengenali diri sendiri, kekuatan dan kekurangan kita mulai bisa mengira-ngira bahwa selama ini pola laku kita lebih mengarah di kuadran berapa? I,II,III atau IV, dan sekarang hingga ke depannya kita ingin berada di area mana? manusia memiliki kemampuan untuk mengubah atau mengembangkan diri jadi selagi ada keinginan tidak ada yang mustahil untuk berubah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar