Tema
bulletin edisi ke 2 ini memang terasa menggetarkan hati yaitu tentang
Kepahlawanan. Bukan pahlawan kesiangan atau sok jadi pahlawan tetapi pahlawan
yang walaupun tidak bertempur di medan peperangan tetapi memiliki keikhlasan
hati untuk menolong/membantu sesama dan lingkungan di sekitarnya tanpa pamrih. Bagaimana Kepahlawanan menurut anda? Dari
beberapa sumber yang saya peroleh ada beberapa definisi, ciri atau karakter
dari seorang pahlawan menurut beberapa ahli berikut ini :
Menurut
Project Imajinasi Heroic, sebuah organisasi non-profit yang bertujuan untuk
mengajar orang menjadi pahlawan. Kepahlawanan melibatkan perilaku untuk tujuan
moral, mereka mengidentifikasi empat elemen kunci kepahlawanan :
a.
Sukarela
b.
Dilakukan
dalam pelayanan untuk orang/masyarakat yang membutuhkan
c.
Melibatkan
beberapa jenis resiko, seperti : fisik, sosial, atau kualitas hidup
d.
Dilaksanakan
tanpa perlu imbalan
Menurut
Scott T.Allison & George R Goethals, 2011, seorang Pahlawan cenderung
memiliki 8 sifat/ciri yaitu Cerdas, Kuat, Ulet, Tanpa pamrih, Peduli,
Karismatik, Dapat diandalkan dan Inspiratif. Walaupun sulit bagi seorang
pahlawan untuk memiliki semua 8 sifat karakteristik ini tapi kebanyakan dari
sosok pahlawan memiliki mayoritas dari karakteristik tersebut. Lain lagi menurut
Selwyn W Becker & Alice H Eagly, 2004, menurutnya Kepahlawanan terdiri dari
tindakan yang dilakukan untuk membantu orang lain, meskipun kemungkinan
menyebabkan si penolong mati atau cedera. Psikolog Frank Farley bahkan membuat
perbedaan dengan the big H dan small h, “Big H Kepahlawanan” melibatkan resiko
yang signifikan yang dapat mencakup kematian, luka, penjara atau konsekuensi
serius/penting lainnya, sementara “small h kepahlawanan” adalah kepahlawanan
sehari-hari, membantu orang lain, melakukan perbuatan baik, menunjukkan
kebaikan, dll dimana tidak melibatkan konsekuensi besar. Secara keseluruhan
dapat disimpulkan bahwa Kepahlawanan melibatkan suatu perbuatan baik yang
dilakukan tanpa pamrih.
Berikutnya
ada pertanyaan mengenai sifat kepahlawanan ini, apakah sifat kepahlawanan itu
merupakan sifat dasar yang sudah ada sejak lahir ataukah sebuah sifat yang
dapat dipelajari? Beberapa orang ada yang berpendapat bahwa manusia itu sejak
lahir mempunyai bakat untuk menjadi baik (good person) atau menjadi buruk (bad
person). Tapi saya lebih berpendapat bahwa kita semua lahir dengan kemampuan luar
biasa untuk menjadi apapun. Walaupun berkembang dan dibentuk dalam keluarga
atau budaya bahkan peristiwa/keadaan tertentu yang kurang menguntungkan seperti
tumbuh dalam zona perang, kemiskinan atau cacat sejak lahir tapi semua orang
mempunyai hak yang sama untuk menjadi apa yang dia inginkan. Sebagai contoh
seorang motivator dunia Nick Vujicic yang lahir tanpa dua lengan dan dua kaki
karena penyakit Tetra-amelia yang sangat langka. Ia hanya mempunyai telapak
kaki kecil yang biasa disebut “my chicken drumstick” untuk membantunya
melakukan banyak hal dalam hidupnya. Perjuangannya dan kasih sayang dari orang
tua dan sahabatnya mampu membuatnya menjadi lebih bijaksana dan berani dalam
menjalani hidup Kini Nick Vujicic merupakan motivator internasional yang sudah
berkeliling ke lebih dari 24 negara dari empat benua (termasuk Indonesia) untuk
memotivasi lebih dari 2 juta orang khusunya kaum muda.
Sifat kepahlawanan
sebenarnya sudah ada dalam diri setiap manusia. Hanya ada yang peka merespon
dan ada yang mengabaikan “suara halus” (kepahlawanan) itu. Sifat ini akan
semakin tertanam kuat dalam diri seseorang bila sering diasah, dilakukan
berulang-ulang sehingga lama kelamaan menjadi habit/ kebiasaan orang tersebut. Beberapa
pemikiran orang awam pada awalnya menganggap sebelah mata dengan sifat luhur
ini yang sekarang semakin tenggelam dalam dunia materialistik “kok mau sih dia
melakukan hal tersebut? Padahal gak dibayar…padahal gak ada uangnya”…..
seolah-olah uang atau materi mampu membayar kepuasan dan kesenangan batin
seseorang saat melakukan kebaikan. Ada pula kisah-kisah yang terangkum dalam
buku “Indonesia Mengajar” , kisah nyata tentang para guru muda yang rela meninggalkan kenyamanan kota, jauh dari
keluarga dan memilih untuk mengajar di daerah terpencil / pedalaman. Mereka berusaha melunasi janji
kemerdekaan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Tak sekadar mengajar baca
tulis hitung, mereka juga mengajar banyak nilai-nilai kebaikan. Dalam hati seorang pahlawan semua hal yang dilakukan tidak
bisa terbayarkan secara material duniawi, ada hal lain yang menjadi tujuan
ia melakukan hal tersebut, sesuatu yang
dapat menimbulkan rasa puas, berarti untuk orang lain/sesamanya atau tujuan
yang lebih mulia yang bisa merubah hidup orang banyak. Walau seorang pahlawan
sebagai manusia biasa terkadang muncul rasa takut, dan merasa hilang harapan
saat kesulitan datang tetapi seorang pahlawan sejati tidak akan mudah menyerah,
selalu ada jalan untuk sebuah tujuan yang mulia. Seperti lagu yang didendangkan
oleh Mariah Carey yang berjudul “Hero” , bahwa setiap dari kita sebenarnya
mempunyai sisi kepahlawanan dalam jiwa kita, mungkin kita tidak menyadarinya
bahwa ketika kita mampu bangkit dari masalah untuk terus melanjutkan hidup dan
mengambil hikmah dari masalah dan kesulitan yang kita hadapi, paling tidak kita
telah menjadi pahlawan untuk diri kita sendiri…. So let be a Hero….